Masih banyak vapers yang keliru memahami fungsi pita cukai pada kemasan liquid vape. Salah satu anggapan yang paling sering muncul adalah bahwa pita cukai menandakan masa kadaluarsa liquid. Padahal, anggapan tersebut tidak benar sama sekali.
Terutama bagi kamu yang baru beralih dari rokok ke vaping, wajar jika masih menyamakan pita cukai rokok dengan pita cukai liquid vape. Namun faktanya, fungsi dan karakteristik keduanya sangat berbeda.
Jika rokok dengan pita cukai lama biasanya meninggalkan rasa apek, liquid vape justru bisa mengalami hal sebaliknya. Dalam kondisi tertentu, liquid dengan usia pita cukai yang lebih lama malah terasa lebih matang, pulen, dan nikmat karena proses steeping yang berjalan optimal.
Lalu, sebenarnya apa fungsi pita cukai pada liquid vape? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini supaya kamu nggak salah kaprah lagi.
Apa Itu Pita Cukai pada Liquid Vape?

Pita cukai adalah label resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Pada produk liquid vape, pita cukai menjadi tanda bahwa produk tersebut telah terdaftar secara legal, melewati proses administrasi, serta memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh DJBC.
Dengan kata lain, keberadaan pita cukai menunjukkan bahwa liquid vape tersebut resmi, legal, dan sah untuk diperjualbelikan, bukan penanda kualitas rasa maupun masa kedaluwarsa.
Pita Cukai Bukan Penanda Kedaluwarsa Liquid Vape
Hal paling penting yang perlu dipahami, pita cukai sama sekali tidak berkaitan dengan masa kadaluarsa liquid vape. Fungsinya murni sebagai bukti pelunasan cukai dan legalitas produk.
Hal ini juga pernah ditegaskan langsung oleh pihak Bea dan Cukai dalam sebuah webinar pada 13 November 2024, yang menyatakan bahwa:
'Pita cukai adalah tanda pelunasan cukai, bukan penanda kedaluwarsa liquid'.
Sementara itu, informasi mengenai usia pakai liquid vape biasanya ditentukan oleh produsen dan dicantumkan langsung pada kemasan, seperti:
- Tanggal Produksi (Manufacture Date)
- Tanggal Kedaluwarsa (Expired Date)
Kenapa Liquid Vape Tidak Mudah Kadaluarsa?
Berbeda dengan produk konsumsi lainnya, liquid vape tergolong cukup stabil jika disimpan dengan cara yang tepat. Bahkan, proses steeping justru dapat membuat rasa liquid semakin menyatu dan matang.
Beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas liquid vape antara lain:
1. Cara Penyimpanan
Simpan liquid vape di tempat yang sejuk dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung agar kualitas rasa dan nikotin tetap terjaga.
2. Kondisi Kemasan
Liquid yang masih tersegel rapat umumnya dapat bertahan hingga sekitar 2 tahun.
Sementara itu, liquid yang sudah dibuka biasanya memiliki masa optimal sekitar 3–6 bulan, tergantung cara penggunaan dan penyimpanannya.
3. Komposisi Bahan
Bahan dasar seperti PG (Propylene Glycol) dan VG (Vegetable Glycerin) memiliki daya tahan yang cukup lama. Namun, seiring waktu, intensitas rasa dan kadar nikotin bisa perlahan menurun.
Baca Juga: Inilah Bahan-Bahan Liquid Vape yang Perlu Vapers Ketahui
Penutup
Sekarang sudah jelas, ya! Pita cukai pada liquid vape bukan penanda kedaluwarsa, melainkan bukti legalitas yang menunjukkan bahwa produk tersebut telah memenuhi ketentuan pemerintah.
Sementara itu, usia pakai liquid vape lebih dipengaruhi oleh tanggal produksi, kondisi penyimpanan, serta apakah kemasannya masih tersegel atau sudah dibuka.
Dengan penyimpanan yang tepat, kamu tetap bisa menikmati rasa liquid yang optimal dalam jangka waktu lama. Jadi, jangan mudah percaya mitos yang beredar. Selalu cek informasi dari sumber terpercaya dan jadilah vapers yang lebih cerdas.
Happy vaping!
Baca Artikel Lainnya
BRIN Buktikan Vape Jauh Lebih Rendah Resiko Dibandingkan Rokok!





